Sepucuk Surat di Malam Takbiran: Untuk Diriku yang Akan Membaca Ini Setahun Lagi
Halo, Sahabat Seperjalanan Malam takbiran. Di luar, bedug bertalu-talu. Suara takbir mengguncang langit. Tapi di kamar ini, aku duduk dengan mata sembab dan hati yang campur aduk. Bukan karena tangis haru kemenangan. Tapi karena aku baru saja menyelesaikan perjalanan panjang yang melelahkan: perjalanan mengakui rentetan kegagalanku sendiri. Dan aku menulis surat ini. Menyimpannya untukmu — diriku setahun kemudian. Duduklah sebentar. Bacalah pelan-pelan, layaknya pesan dari seorang teman seperjalanan yang sangat memahamimu. 📜 Surat untuk Diriku di Ramadan Mendatang Untuk diriku yang akan membaca ini setahun lagi… Jika kau membaca ini, artinya Ramadan telah berlalu satu putaran. Waktu berjalan menjauh, dan kau kembali berhadapan dengan bulan suci ini. Aku menulis ini bukan untuk menyombongkan diri. Tapi agar kau tak perlu mengulangi luka dan kebodohan yang sama. 🔁 Mari kita rekap. Jujur. Tanpa pura-pura. 🌿 Episode 1: Menyiram Daun, Mengeringka...