Tangan Terkepal vs Telapak Terbuka

Halo, Sahabat Seperjalanan

Sering kali, energi kita habis bukan karena beban hidup, tapi karena cara kita memegang beban tersebut. Seorang psikolog pernah meminta saya mengepalkan tangan sekuat tenaga. Rasakan ketegangannya; otot Anda lelah hanya untuk mempertahankan posisi tersebut. 



Kenyataan hidup sering kali seperti pintu geser. Jika Anda mendorongnya ke depan dengan sekuat tenaga, pintu itu tidak akan terbuka, dan Anda hanya akan melukai bahu sendiri. Kita perlu belajar membaca arah pintu—membuka telapak tangan untuk menerima apa yang ada di depan mata, agar kita memiliki energi untuk melangkah. 


 • Penerimaan = Tangan Terbuka (Rileks, siap menerima/memberi). 



 • Perlawanan = Tangan Terkepal (Tegang, menghabiskan energi).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Rasa Syukur Keluarga: Kunci Kebahagiaan di Era Serba Cepat

Seni Melepaskan: Saat Saya Berhenti Berpura-pura "Baik-baik Saja"

Berhenti Berkelahi dengan Ombak