Perahu Layar : Titik di Mana Kita Berhenti Melawan Arus

Halo, Sahabat Seperjalanan



Hidup bukanlah perahu dayung di mana kita harus melawan arus sekuat tenaga sampai bahu kita cedera. Hidup lebih menyerupai perahu layar.

Kita tidak bisa mengendalikan angin atau arus. Namun, kita bisa mengatur arah layar. Penerimaan radikal adalah keberanian untuk berhenti memaki angin dan mulai bertanya: "Dengan angin seperti ini, ke mana saya bisa pergi?".

Bukan kenyataan yang berubah saat kita menerima, melainkan diri kita yang berubah di dalam kenyataan tersebut. Macet tetap macet, namun beban di pundak terasa berkurang separuh karena kemarahan telah kita lepaskan.

Tugas Kecil Hari Ini: Saat sesuatu berjalan tidak sesuai rencana, tarik napas dan katakan: "Ini sedang terjadi.". Mari kita lihat kejutan apa yang bisa diterima oleh telapak tangan Anda yang mulai terbuka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Rasa Syukur Keluarga: Kunci Kebahagiaan di Era Serba Cepat

Seni Melepaskan: Saat Saya Berhenti Berpura-pura "Baik-baik Saja"

Berhenti Berkelahi dengan Ombak